Jomblo Hp-nya Pasti Miring (Game Online, AOV, PUBG, dan Mobile Legends dalam Kaca Mata Fiqih)
Ma'ruf al Ikhsan
23/03/19
Assalamu'alaikum...Seru, asyik, menegangkan, menantang,menggairahkan, melatih kemampuan, dan menguji kekompakan tim. Setidaknya itulah yang kita rasakan ketika memainkan game yang oleh teman-teman dikatan game paling asyik, yaitu mobile legends. Sehingga meskipun seseorang kurang suka bermain game, pasti akan merasa kurang up to date jika belum memainkan game ini. Dan akhirnya, mereka pun ketagihan juga.
Akan tetapi, terdapat beberapa dampak negatif yang di timbulkan apabila memainkan game ini terlalu lama. Namun lebih baiknya kita bahas dulu dampak positifnya bagi para player. Quote: Daripada mainin cewek, bermain game bisa menghilangkan stres, jenuh, meningkatkan kemampuan kerjasama, meningkatkan keampuan motorik, dll (silahkan tambah sendiri).
Dan berikut ini pembahasan tuntas tentang dampak negatifnya dari sisi fisik dan psikologi. hal ini akan terjadi jika terlallu berlebihan memainknya. Semuanya akan di kupas secara tajam. Setajam... silet.
Pertama, ketika anda bermain secara berlebihan menyebabkan kesehatan mata terganggu, disebabkan karena radiasi dari HP/PC anda. Akibatnya, anda tidak mampu melihat benda yang jauh dengan jelas. Menurunya kualitas penglihatan adalah dampak negatif yang utama dan paling dominan dirasakan oleh para pecandu game.
Kedua, setelah kecanduan ngegame, hal yang pasti terjadi adalah sering telat makan, sering telat tidur, hingga telat sholat, dan telat dalam berbagai hal. Hal ini akan membuat daya tahan tubuh menurun, apalagi jika anda jarang olahraga dan jarang mandi. Tentu saja hal tersebut dapat menurunkan kesehatan dan mudah terserang penyakit. Kecanduan game juga bisa membuat anda menjadi malas, karena waktu-waktu berharga di habiskan untuk nge-game, yang seharusnya digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat.
Ketiga, depresi, dan stres. Contoh dari hal ini adalah akibat dari kecanduan yang akut dan persaingan membuat para gamers menjadi gengsi kalah. Ketika kalah, hal tersebut akan membuat kecewa. Nah, apabila berturut-turut kalah dan dikucilkan, gamers tersebut akan merasa down dan berakibat terganggunya psikologi.
Keempat, menjadi tempramen. Tempramen disini adalah perasaan yang mudah terpancing emosi walau penyebabnya hal sepele. Berdasarkan survey yang sudah kami lakukan, seseorang akan sering marah dan agresif setelah ia kecanduan game, apalagi jika di ganggu saat bermain game.
Kelima, kerugian uang. kecanduanmemainkan game akan mengganggu kelancaran fiannsial, contoh saja untuk membeli kuota, diamonds, dll. Ketika telah kecanduan, anda akan rela menghabiskan tabungan demi game. Padahal, kan lebih baik uang tersebut diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan, daripada dibrikan pada game yang hanya memperkaya sebagian orang.
Lalu bagaimanakah pandangan agama Islam terkait game ini?
Adapun dinul islam adalah agama yang mengecam segala bentuk perbuatan yang melalaikan dan hiburan yang membuat hati lupa dengan akhirat."Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamanya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti)
ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta ridha-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.'' (QS. Al-Hadid [57]:20)
Terdapat kaidah Fiqh umum berbunyi:
الأصل في الأشياء الإباحة حتى يدل الدليل على التحريم
"Hukum asal segala sesuatu (benda) adalah boleh, hingga ada dalil yang menunjukan keharamannya". (Imam as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nadza'ir, hal. 108).
الأصل في الأشياء المضرات التحريم
"Hukum asal dari sesuatu-sesuatu yang menimbulkan kemudharatan adalah haram".
Miris, saat sebagian orang tua dengan mudah memberikan anak-anak berbagai macam fasilitas; dimana fasilitas itu disadari atau tidak melalaikan anak dan membantunya kecanduan, serta memicu untuk memiliki karakter pemalas. Tentu ini melemahkan mental dan kepribadian generasi kaum muslimin, dan ini adalah kesalahan fatal bagi para orang tua!
Syekh Sayyid Sabiq rahimahullahu ta'ala, menyampaikan beberapa prinsip dalam memanfaatkan permainan, sebagai berikut:
أن لا يشغل عن واجب من واجبات الدين أن لا يخالطه قمار. أن لا يصدر أثنآء اللعب ما يخالف شرع الله. فقه السنة، ٣/٥١٤
"Pertama, tidak membuatnya sibuk sehingga lupa dari kewajiban-kewajiban agama. Kedua, tidak dicampur dengan taruhan. Ketiga, ketika bermain, tidak terjadi hal-hal yang berselisihan dengan syariat Allahu Ta'ala. (Fiqhu as-Sunnah, 3/514).
Prinsip ini setidaknya menjadi filter akan apa yang boleh menjadi hiburan bagi kita dan anak-anak kita. Dalam hal ini, game Mobile legends dan aplikasi yang lainnya harus di filter terlebih dahulu dengan rambu-rambu di atas. Jangan mau diperbudak dan dikendalikan oleh teknologi, kita lah yang harus mengendalikannya. Semoga Allah Ta'ala menjaga kami, antum dan kaum muslimin dari hiburan yang melalaikan.
Wallahul musta'an.
Wassalamu'alaikum...
By Admin:Kritik dan saran sangat kami harapkan untuk kebaikan serta kemajuan dan intropeksi diri
Jazakallahu khairan sudah berkunjung disini...

jika beberapa redaksi dalil dan rujukan tidak tampil di blog harap membuka link ini
ReplyDeletehttps://duniailmumasadepan.blogspot.com/2019/03/mobile-legends-dalam-kacamata-agama.html lewat pc/laptop, masalah ini hanya terjadi jika di buka oleh hp saja.
Luar biasa 😎
ReplyDeleteSyukran kaka, terima kasih sudah berkunjung..
ReplyDelete